WELCOME TO MY BLOG

WELCOME TO MY BLOG

Jumat, 21 Oktober 2011

Yes, I Like Monday !!

ecuali robot, hampir setiap karyawan pernah punya masalah jenuh bekerja.
Tak peduli bos maupun karyawan biasa. Jika Anda termasuk salah satunya,
don wori, bi api.

Anda bisa menyelesaikan masalah itu asal mau melakukan sesuatu yang tak
bisa dilakukan robot: mengubah pola pikir!

Kujemu dengan hidupku ... Kerja keras bagai kuda, dicambuk dan didera ...

Ulung dan Yuni, sepasang sohib karib yang bekerja di sebuah industri
kimia, suka menyanyikan lagu Koes Plus ini bareng-bareng di tahun 2001.
Waktu itu mereka sama-sama jenuh setelah bekerja selama dua tahun.
Keduanya jemu dengan hidup mereka yang tak beranjak dari mes ke pabrik.
Berangkat kerja saat Matahari baru terbit, lalu seharian berurusan dengan
mesin dan bahan-nahan kimia. Pulang kerja menjelang Matahari terbenam,
masuk mes, nonton teve, tidur. Esoknya bangun, kerja lagi, dan begitu
seterusnya siklus hidup mereka.

Di akhir tahun, Ulung mengundurkan diri karena merasa tak sanggup lagi
bertahan. Sementara sahabat karibnya memilih tetap di tempat. Tiga bulan
setelah keluar, Ulung mengirim pesan pendek kepada sohib-nya,
"Secapek-capeknya kerja di pabrik, masih lebih enak daripada jadi
pengangguran."

Sementara itu Yuni mengubah irama hidupnya. Ia minta kepada bosnya untuk
pindah ke posisi baru di level yang sama. Tiap minggu, ia kursus bahasa
Inggris. Ia juga banyak membaca buku psikologi pengembangan diri sampai
buku-buku keagamaan.

Dua tahun kemudian mereka bertemu lagi. Ulung bekerja di pabrik lain
dengan pola pikir lama. Sementara Yuni telah banyak berubah. Dua bulan
sebelumnya, ia dinobatkan sebagai karyawan terbaik, diangkat menjadi
manajer, mendapat banyak fasilitas jabatan bahkan sudah punya rumah dan
... pacar baru!

Jangan diam di tempat

Masalah jenuh bekerja bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja. "Itu
manusiawi. Saya pun pernah mengalaminya," kata Sylvina Savitri, psikolog
pada lembaga konsultasi SDM Experd. Meski wajar, bukan berarti kita punya
alasan untuk membiarlan masalah ini. Jika dibiarkan berlarut, problem ini
bisa menimbulkan masalah baru yang lebih serius: prestasi kerja buruk,
mendapat surat peringatan, bahkan hingga didepak dari pekerjaan.

Rasa jenuh muncul salah satu penyebab utamanya karena kondisi kerja yang
monoton sepanjang waktu. Secara mental, manusia terus berkembang, tak
peduli berapa pun usianya. Di setiap tahap perkembangan itu, ia butuh
stimulasi. Jenuh itu pertanda orang memerlukan stimulasi baru.

Pada masa kanak-kanak, stimulasi bisa berupa boneka atau mainan lain. Pada
orang dewasa, stimulasinya berupa tantangan kerja atau pengetahuan baru.
Ambang batas kejenuhan bisa berbeda-beda antarindividu. Orang-orang tipe
tertentu cepat jenuh dengan sesuatu yang monoton dalam hitungan bulan.
Sementara orang lain bisa bertahan dalam hitungan tahun. Ini serupa dengan
anak-anak tertentu yang cepat bosan dengan mainan lama.

Jika fase bermain sudah lewat, seorang anak tak lagi tertarik dengan
Teletubbies atau mobil mobilan. Begitu pula orang dewasa. Jika setiap hari
harus berhadapan dengan "mainan" yang sama dan situasi yang monoton, ia
gampang merasa jemu. Apalagi jika ia telah melakukannya selama
bertahun-tahun.

Agar tak mengalami kejenuhan, Anda harus menerima tantangan kerja baru
atau hal-hal baru lainnya. Ini salah satu kebutuhan dasar setiap orang,
karena otak kita tidak dirancang untuk mandek di satu tempat, melainkan
terus-menerus belajar tentang hal-hal baru.

Idealnya, setiap orang bekerja di tempat yang memungkinkan ia bisa terus
bertemu dan belajar hal baru. Dengan adanya variasi, otak akan
terus-menerus terstimulasi sehingga tak gampang jenuh. Lebih ideal lagi
jika setiap orang bekerja di bidang yang memang sesuai dengan karakter,
minat, dan bakatnya. Jika senang bicara dan bergaul, sebaiknya Anda
bekerja di bidang yang memungkinkan banyak bertemu orang lain.

Namun dalam kenyataan, kondisi ideal ini sulit dicapai. Banyak orang
bertipe ekstrover (antara lain suka bergaul) memperoleh pekerjaan yang
mengharuskannya berkutat sepanjang hari dengan mesin-mesin industri. Jika
tak pinter-pinter menyiasati, ia gampang dihinggapi rasa jemu.

Untuk mengakalinya, "Orang seperti itu harus pandai-pandai mencari hal
baru di luar pekerjaannya. Kalau libur Sabtu - Minggu, jangan diam di
rumah aja," saran Sylvina. Jadi, harus ada keseimbangan antara urusan
kerja dan aktivitas di luar kerja.

Secara psikologis, masa libur bisa menjadi penyeimbang atas rutinitas
monoton di kantor. Bentuk kegiatan pengisi liburan boleh berupa apa saja
sesuai hobi: olahraga, menonton film, rekreasi, kegiatan sosial,
memancing, atau bahkan sekadar jalan-jalan ke mal. Jika kejenuhan sudah
sampai tahap kritis, ia bisa mengambil cuti selama beberapa hari untuk
berlibur. Saat berlibur, pikiran tentang urusan kerja harus disimpan di
laci.

Menurut Sylvina, jika masa liburan tidak dimanfaatkan untuk kegiatan di
luar urusan kerja, kejenuhan pada minggu sebelumnya bisa terakumulasi pada
minggu berikutnya. Saat Senin tiba, ia malah akan lebih merasa berat
berangkat ke kantor. "I hate Monday!" kata orang Inggris.

Pola pikir baru

Untuk mengubahnya menjadi "I like Monday!", banyak yang bisa Anda tempuh.
Jika memungkinkan, Anda bisa tegas minta tantangan dan tugas baru kepada
bos. Jika hal ini sulit dilakukan, setidaknya Anda bisa menciptakan
suasana baru di tempat kerja. Bentuknya bisa bermacam-macam mulai dari
yang paling sederhana sampai yang sangat ekstrem.

Yang sederhana misalnya mengubah tata letak komputer dan meja kerja, rak
buku, pot tanaman, foto pajangan, hingga wallpaper di monitor komputer.
Jika perlu, ubah-ubah potongan rambut atau penampilan dan gaya Anda
berpakaian. Meski tampak sepele, perubahan-perubahan kecil ini akan
mempengaruhi mood. "Segala hal sebetulnya berpengaruh terhadap kita. Meja
teman kita pun berpengaruh," tandas Sylvina.

Supaya efek perubahan itu nyata, Anda per1u mengimbanginya dengan
perubahan bahasa tubuh. Dalam tinjauan psikologi, bahasa tubuh dan suasana
hati saling mempengaruhi. Seorang karyawan yang sedang jenuh bekerja
biasanya cenderung duduk tidak tegap dengan posisi tulang belakang
bengkok, air muka tak bersemangat, dan tampak lemas.

Hubungan itu bersifat timbal balik. Di dalam bahasa tubuh yang sehat,
terdapat pikiran yang sehat. Artinya, Anda bisa mengubah suasana hati
dengan cara mengubah bahasa tubuh. "Kalau mood kita sedang enggak enak,
senyum aja ke orang lain," kata Sylvina memberi contoh. Secara langsung
ini akan mempengaruhi suasana hati Anda ke arah yang lebih positif.

Jika posisi duduk sudah mulai doyong, itu pertanda Anda harus menegakkan
kembali tulang punggung. Selanjutnya, berusahalah menyelesaikan pekerjaan
sebaik mungkin. Jika hasil kerja buruk, Anda tak beroleh kepuasan kerja
dan makin terbebani dengan tugas kantor. Itu berarti Anda lebih rentan
mengalami kebosanan kerja.

Setelah mengubah penampilan luar, langkah berikutnya mengubah "penampilan"
dalam, yaitu pola pikir seperti yang dilakukan Yuni. Faktor kognitif ini
tak kalah penting dibandingkan dengan perubahan tampilan fisik.

Jika berpikir negatif dan beranggapan bahwa pekerjaan Anda membosankan,
maka Anda pun akan gampang bosan sungguhan. Sebaliknya, jika berpikir
bahwa pekerjaan Anda menyenangkan, maka Anda akan betul-betul menikmati
pekerjaan itu. Meskipun mungkin sulit, secara bertahap Anda bisa belajar
mencintai pekerjaan. Anda bisa mulai dengan cara mencari sisi-sisi positif
dan
pekerjaan.

Seorang akuntan yang pekerjaannya monoton dan tiap hari berurusan dengan
angka-angka pun bisa menemukan banyak sisi positif. Misalnya, dengan
pekerjaannya itu, ia bisa menyelamatkan uang perusahaan atau bahkan uang
negara. Semua pekerjaan punya sisi positif, bahkan termasuk satpam atau
buruh pabrik sekalipun. Dengan bekerja, paling tidak kita bisa berguna
bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Dengan bekerja, kita bisa
berkarya, sekecjl apa pun.

jika pola pikir sudah diubah, bahasa tubuh pun otomatis akan mengikuti.
Sehingga, ketika Anda duduk tegak dan tersenyum kepada rekan kerja atau
bos, bahasa tubuh dan senyuman Anda memang benar-benar keluar dari hati.
Bukan sekadar bermanis muka.

Ciptakan suasana nyaman

Secara alamiah manusia suka berada di dalam kondisi yang nyaman. Ia bosan
dengan sesuatu yang menyenangkan. Suasana nyaman bisa didapatkan dengan
menciptakan kondisi kerja yang gue banget.
Jika Anda suka musik, manfaatkan kegemaran ini. Musik, kata Sylvina, punya
pengaruh positif bagi penikmatnya terhadap ambang batas kejenuhan. Telinga
merupakan pintu masuk yang baik bagi rangsangan energi. Semangat Anda bisa
terus menyala jika mendengarkan "suara bergizi" yang bisa menjadi tonikum
penjaga stamina kerja.

Menurut Sylvina, orang-orang yang bekerja di tempat kedap suara memiliki
ambang batas jenuh yang lebih rendah. Artinya, mereka lebih gampang lelah
dan bosan dengan kerja. "Kalau ada bos atau sekretaris yang minta ruangan
kedap suara, itu keliru. Suasana seperti itu malah bikin cepet capek,"
katanya.

Jika Anda penggemar musik klasik, Anda beruntung. Musik klasik terbukti
menunjukkan pengaruh paling bagus terhadap kesiagaan pikiran di antara
jenis-jenis musik lainnya. Kalaupun bukan penggemar musik klasik, Anda
tetap beruntung sebab "suara bergizi" bisa juga berasal dari musik jenis
lain. Untuk melihat jenis musik yang paling nyaman buat Anda, tentu tak
ada yang lebih tahu kecuali Anda sendiri.

"Suara bergizi" bukan cuma musik, tetapi juga humor atau obrolan ringan
rekan kerja di meja sebelah. Jika Anda bukan pencipta humor yang baik,
paling tidak carilah kawan yang humoris. Lebih bagus lagi, jika dia juga
bisa menjadi tempat curhat sekaligus tempat belajar. Apalagi jika dia mau
menjadi pacar. Amboi! Anda dijamin tak bakal jenuh bekerja.

Selain cara-cara di atas, Anda pun bisa mengatasi kejenuhan kerja dengan
cara belajar dari rekan sekantor yang semangat kerjanya tak pernah kendur.
Aturannya sederhana dan klise: kalau teman Anda bisa, Anda pun bisa.

Saran terakhir, jaga kesehatan. Ini bukan iklan suplemen multivitamin.
Kesehatan tubuh adalah salah satu faktor yang menentukan ambang batas
kejenuhan kerja. Mereka yang stamina fisiknya kuat punya risiko lebih
kecil terhadap kejenuhan. Dalam kaitan inilah, olahraga punya dua fungsi:
rekreasi sekaligus penyehat badan.

Pendek kata, ada banyak hal yang bisa membuat kita jenuh bekerja, tapi ada
lebih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya. Jadilah Yuni
dan jangan contoh Ulung yang tidak sehebat namanya! *

Sumber: KCM - Selasa, 13 Desember 2005

Yang berbahaya dilingkungan kita.

1. BEKAS BOTOL AQUA
  Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT, etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastic rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.
  
  2. PENGGEMAR SATE
  Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.
 

3. UDANG DAN VITAMIN C
  Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.
 
4. MI INSTAN
  Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya  engapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
 
5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
  Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi  ebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung  ianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.
  
  A. Kertas.
  Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah)yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar keberbagai jaringan lain, seperti: ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang  usah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe
goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbale makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.
 
B. Styrofoam
  Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer  dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan
karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat
dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan  ahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

Rasa Malas dan Cara Mengatasinya

Malas adalah penyakit mental. Siapa dihinggapi rasa malas, sukses
pasti jauh dari gapaian.

Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan
sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam
keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak
tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari
kewajiban, dll. Jika keluarga besar dari rasa malas ini mudah sekali
muncul dalam aktivitas sehari-hari kita, maka dijamin kinerja kita
akan jauh menurun. Bahkan bisa jadi kita tidak pernah bisa mencapai
sesuatu yang lebih baik sebagaimana yang kita inginkan.

Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Mengapa
disebut penyakit mental? Disebut demikian karena akibat buruk dari
rasa malas memang sangat merugikan. Siapa pun yang dihinggapi rasa
malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan.
Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang
pada orang yang malas. Masyarakat yang dipenuhi oleh individu-
individu yang malas tidak jelas tidak akan pernah maju.

Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk
melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan. Rasa
malas jenis yang satu ini relatif lebih bisa ditanggulangi. Nah,
bagaimana cara mengatasinya? Berikut kiat-kiatnya:

1. Membuat Tujuan
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke
arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki
motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan
layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan
hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan
resolusi atau komitmen-komitmen pencapaian hidup.

Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau
komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak
secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di
sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu,
tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam
keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau
mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup
menyebabkan kemalasan.

Supaya motivasi muncul, seseorang harus berani memutuskan tujuan-
tujuan hidupnya. Menurut Andrias Harefa dalam bukunya Agenda Refleksi
dan Tindakan Untuk Hidup Yang Lebih Baik (GPU, 2004), dia harus
membuat komitmen atas apa saja yang ingin diselesaikan, dicapai,
dimiliki, dilakukan, dan dinikmati (disingkat secamilanik). Contoh
komitmen; "pada ulang tahun yang ke .... saya sudah harus
menyelesaikan buku yang saya tulis, meraih promosi pekerjaan,
mencapai gelar S-3, memiliki rumah dan mobil, melakukan sejumlah
kunjungan ke mancanegara, dan menikmati kebahagiaan bersama
keluarga."

2. Mengasah Kemampuan


Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi
dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi.
Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak
motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuan-
tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti
mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan-
tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau
ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan
membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.

Contoh; jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi
konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus
difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah
kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis,
mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki
kemampuan presentasi.

Jika aktivitas-aktivitas pembelajaran itu dilakukan secara konsisten
dan dengan komitmen sepenuhnya, maka kita telah berada di jalur yang
benar. Aktivitas-aktivitas pembelajaran akan menempatkan kita pada
posisi dan lingkungan yang dinamis. Kemampuan kita dalam menghadapi
dan menyelesaikan masalah juga akan meningkat. Dengan sendirinya ini
akan semakin memperkuat rasa percaya diri kita, menebalkan komitmen
pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat.

Sebaliknya, jika kita sama sekali menolak aktivitas-aktivitas
pembelajaran, komitmen akan semakin melemah, semangat turun, dan
kemalasan akan datang dengan cepat. Pada titik ini, tujuan-tujuan,
resolusi atau komitmen yang sudah kita buat sudah tidak memiliki arti
lagi. Sayang sekali.

3. Pergaulan Dinamis
Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para
pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan
tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas
untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk
berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis,
sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian
sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama-
lama dengan para orang malas dan pesimistik.

Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya.
Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar
menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa
enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan
mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada
semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian,
dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang
sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan
kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan
masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan
total.

Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk
berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah
bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan
bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja
keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self-
motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup
pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun
di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa
menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama
sehingga orang lain jadi ikut tergerak.

4. Disiplin Diri
Ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya dari Andrie Wongso,
Motivator No.1 Indonesia, yang bunyinya; "Jika kita lunak di dalam,
maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di
dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita". Kata-kata mutiara
yang luar biasa ini menegaskan, bahwa jika kita mau bersikap keras
pada diri sendiri, dalam arti menempa rasa disiplin dalam berbagai
hal, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Sikap keras
pada diri sendiri atau disiplin itulah yang umumnya membawa
kesuksesan bagi karir para olahragawan dan pekerja profesional yang
memang menuntut sikap disiplin dalam banyak hal. Bayangkan, bagaimana
seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih?
Bagaimana mungkin ada pekerja profesional yang bagus karirnya jika
dia sering mangkir atau bolos kerja?

Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri,
memelihara kemalasan, mentolerir kinerja buruk, tidak merasa bersalah
jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak
bersahabat. Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi
juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya.
Seorang konsultan yang menolerir kinerja buruk pasti ditinggalkan
kliennya. Dan pekerja yang tidak disiplin pasti mudah jadi sasaran
PHK. Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras pada
kita.

Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan
kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut.

Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika
kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan
tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan
mempermudah munculnya rasa malas.

Sumber: Rasa Malas dan Cara Mengatasinya oleh Edy Zaqeus. Edy Zaqeus 
telah menelorkan buku "Kontekstualisasi Ajaran I Ching" (Grasindo,
2004), dan dua buku lainnya yaitu "Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah"
(Gradien, 2004), dan "Resep Cespleng Berwirausaha" (Gradien, 2004).

Pacaran dalam Islam

imana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ? Apa
bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ?
Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi
hal itu?
Memiliki rasa cinta adalah fitrah
Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta,
akibatnya...... dahsyat man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu
berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang
yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela
ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta.
Sampe' akhirnya....... pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh
dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti'in cinta, bisa buat
perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena
cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak.
Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama,
dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan
kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam
dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti,
kalo ngga' terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan
jasmani (haajatul 'udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur,
bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja,
tapi kalo' kagak terpenuhi manusia ngga' bakalan mati, cuman bakal gelisah
(ngga' tenang) sampe' terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri
atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam
yang penting yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta,
cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan
manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak
untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya
bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk
disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam perspektif islam
In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana
sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan
sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib
maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat
si do'i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina.
So....kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta
alasan tetep aja pacaran itu haram.

Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai
generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan
menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan
mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum
mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang
untuk melawan gejolak nafsu."(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga
adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat
sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian
berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak
merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak
daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan
janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan,
atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana
manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat
berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an:
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki
yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita
yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah
untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih
dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka
ampunan dan rezki yang mulia (surga)."
Wallahu A'lam bish-Showab

Oleh: Buletin Dakwah Remas RIHLAH SMU N I Sooko, edisi 6, 1421 H
Disalin dari Lembar Buletin Dakwah BINTANG (2)


SINAR CAHAYA AYAT KURSI

Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yg duduk diatas
pintu rumah.
Tugasnya ialah utk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan
isteri di rumah dan keraguan dihati isteri terhadap kejujuran suami di
luar rumah.
Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehinggalah Baginda
mendengar jawaban salam daripada isterinya.
Disaat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu.

Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT
hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang,tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali
maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara
akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah
disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT
menganugerahkan dia setiap hati orang yg bersyukur,setiap perbuatan orang
yg benar,pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat
kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan
pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama
Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan
kepadanya.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda,Sampaikanlah
pesanku biarpun satu ayat..."


Wassalam,

"Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia Mu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT
untuk Akhirat Mu"

Subhanallah...

About a Man

If a man wants you, nothing can keep him away. If he doesn't want
you, nothing can make him stay. Stop making excuses for a man and
his behaviour. Allow your intuition (or spirit) to save you from
heartache.

Stop trying to change yourself for a relationship that's not meant
to be. Slower is better. Never live your life for a man before you
find what makes you truly happy. If a relationship ends because the
man was not treating you as you deserve then heck no, you can't "be
friends". A friend wouldn't mistreat a friend.Don't settle.If you
feel like he is stringing you along, then he probably is. Don't
stay because you think "it will get better." You'll be mad at
yourself a year later for staying when things are not better.The
only person you can control in a relationship is you.Avoid men
who've got a bunch of children by a bunch of different women.He
didn't marry them when he got them pregnant, why would he treat you
any differently? Always have your own set of friends separate from
his. Maintain boundaries in how a guy treats you. If something
bothers you, speak up. Never let a man know everything
*He will use it against you later.You cannot change a man's behaviour.
*Change comes from within. Don't EVER make him feel he is more important
  than you are... even if he has more education or in a better job.

Do not make him into a quasi-god. He is a man, nothing more nothing less.
Never let a man define who you are. Never borrow someone else's man.
If he cheated with you, he'll cheat on you. A man will only treat you
the way you ALLOW him to treat you. All men are NOT dogs.You should
not be the one doing all the bending...compromise is two way
street. You need time to heal between relationships...there is
nothing cute  about baggage... deal with your issues before
pursuing a new relationship. You should never look for someone to
COMPLETE you...a relationship consists of two WHOLE
individuals...look for someone complimentary...not
supplementary.Dating is fun...even if he doesn't turn out to be Mr.Right.
Make him miss you sometimes...when a man always know where
you are,and you're always readily available to him - he takes it
for granted.Never move into his mother's house. Never co-sign for a
man. Don't fully commit to a man who doesn't give you everything
that you need.
*Keep him in your radar but get to know others.
  Share this with other women... You'll make someone smile,
  another rethink her choices, and another woman prepare.

They say it takes a minute to find a special person, an hour to
appreciate them, a day to love them and an entire lifetime to
forget them.

Beda Bos dan Staf

Bila boss tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten.
        Bila staf tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala !

        Bila boss berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau flexible.
        Bila staf berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan !

        Bila boss bekerja lambat, itu berarti beliau teliti.
        Bila staf bekerja lambat itu berarti dia tidak 'perform' !

        Bila boss bekerja cepat, itu berarti beliau 'smart'.
        Bila staf bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru !

        Bila boss lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati.
        Bila staf lambat memutuskan, itu berarti dia 'telmi' !

        Bila boss mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
        Bila staf mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah !

        Bila boss terlalu berani ambil resiko, itu berarti beliau risk-taking.
        Bila staf terlalu berani ambil resiko, itu berarti dia sembrono !

        Bila boss tidak berani ambil resiko, itu berarti beliau 'prudent'.
        Bila staf tidak berani ambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !

        Bila boss mem-by-pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-inovatif.
        Bila staf mem-by-pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan !

        Bila boss curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada.
        Bila staf curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking !

        Bila boss menyatakan : " Sulit " itu berarti beliau prediktif-antisipatif.
        Bila staf menyatakan : " Sulit " itu berarti dia pesimistik !

        Bila boss menyatakan : " Mudah " itu berarti beliau optimis.
        Bila staf menyatakan : " Mudah " itu berarti dia meremehkan masalah !

        Bila boss sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin kecustomer
        Bila staf sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !

        Bila boss sering entertainment, itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
        Bila staf sering entertainment, itu berarti dia menghamburkan anggaran !

        Bila boss tidak pernah entertainment, itu berarti beliau berhemat.
        Bila staf tidak pernah entertainment, itu berarti dia tidak bisa me-lobby customer !

        Bila boss men-service atasan, itu berarti beliau me-lobby.
        Bila staf men-service atasan, itu berarti dia menjilat !

        Bila boss sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
        Bila staf sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas !

        Bila boss minta fasilitas mewah,itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
        Bila staf minta fasilitas standar, itu berarti dia banyak menuntut !

        . . . . . . . . . . . (masih banyak lagi)

        Bila boss membuat tulisan seperti ini, itu berarti
        beliau humoris.

        Bila staf membuat tulisan seperti ini, itu berarti dia :
        - frustasi
        - iri thd karir orang lain
        - negative thinking
        - provokasi
        - tidak tahan banting
        - barisan sakit hati
        - berpolitik di kantor
        - tidak produktif
        - tidak sesuai dengan budaya perusahaan
        - de el el
          

Sumber : Diana Ann ( Undisclosed-Recipient@yahoo.com  )